Metode Ilmiah : Pengertian, Fungsi, Kriteria, dan Langkah-langkahnya
Smp1pringapus.sch.id. Apabila seseorang ingin melakukan sebuah penelitian, maka penelitian yang dilakukan harus melalui langkah-langkah yang terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam melakukan penelitian tersebut dinamakan metode ilmiah.
Pengertian metode ilmiah adalah proses keilmuan untuk mendapatkan pengetahuan (dari pemecahan masalah dan mengetahui penyebabnya) secara sistematis sehingga dapat diperoleh simpulan yang dapat dipercaya (valid).
Fenomena alam dapat dijelaskan dalam bentuk pengamatan dan pembentukan hipotesis (dugaan sementara). Apabila suatu hipotesis sudah lolos uji berkali-kali, maka dapat menjadi sebuah teori ilmiah.
Apabila tidak dilakukan metode ilmiah, maka eksperimen yang dilakukan akan meragukan dan tidak dapat ditetapkan hukum atau rumus yang jelas akan terjadinya suatu fenomena fisis.
Metode ilmah memiliki beberapa fungsi sebagai berikut.
1. Untuk menemukan sesuatu yang belum ada pada sebuah ilmu pengetahuan.
2. Untuk menguji kebenaran ilmu pengetahuan yang sudah ada.
3. Untuk mengembangkan pengetahuan yang sudah ada.
4. Untuk dapat mencari ilmu pengetahuan secara sistematis.
5. Untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah (rasional dan teruji kebenarannya).
Sedangkan manfaat dari metode ilmiah adalah sebagai berikut.
1. Membantu dalam memecahkan permasalahan dengan penalaran dan pembuktian yang memuaskan.
2. Dapat menguji ulang hasil penelitian peneliti lain, sehingga diperoleh kebenaran yang objektif.
3. Memecahkan dan menemukan jawaban rahasia alam yang sebelumnya masih menjadi teka-teki.
4. Dapat melakukan penelitian dan pengujian kembali suatu penelitian untuk dikembangkan.
5. Dapat menguji kembali kebenaran hasil penelitian orang lain, sehingga diperoleh kebenaran yang pasti.
Berikut ini adalah beberapa karakteristik dari metode ilmiah.
1. Bersifat Kritis Analistis
Metode ilmiah menunjukkan adanya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk pemecahan masalah tersebut.
2. Bersifat Logis
Langkah-langkah eksperimen yang dilakukan peneliti harus dapat dijelaskan secara logis dan kesimpulan yang dibuat secara rasional berdasarkan bukti-bukti yang tersedia.
3. Bersifat objektif
Hasil-hasil yang diperoleh dari eksperimen harus merupakan hasil yang objektif, tidak eksklusif, dan bukan merupakan hasil rekayasa.
4. Bersifat Konseptual
Penelitian berfokus pada hal-hal yang berkaitan dengan konsep-konsep suatu fenomena. .
5. Bersifat Empiris
Hasil yang diperoleh berdasarkan kejadian nyata (fakta), tidak berbasis hanya dari opini peneliti sendiri atau orang lain.

Sebuah metode ilmiah harus memenuhi beberapa kriteria berikut.
1. Berdasarkan Fakta
Analisis dan pengambilan kesimpulan yang dilakukan harus didasari pada fakta yang terjadi, bukan atas dasar opini peneliti.
2. Bebas dari Prasangka
Peneliti tidak boleh berprasangka pada saat melakukan penelitian, eksperimen harus dilakukan secara objektif.
3. Perumusan Masalah dan Hipotesis
Metode ilmiah melibatkan sebuah perumusan masalah dan hipotesis atas permasalahan tersebut.
4. Menggunakan Ukuran Objektif
Hasil eksperimen harus diukur dengan ukuran objektif, bukan secara subjektif. Hasil eksperimen harus dapat dipahami dengan mudah dan tidak dipengaruhi unsur subjektivitas dari peneliti.
5. Menggunakan Teknik Kuantitatif atau Kualitatif
Teknik kuantitatif menggunakan ukuran yang objektif sehingga dapat dipahami oleh semua orang, sedangkan teknik kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan hasil yang tidak dapat dijelaskan secara kuantitatif.
Urutan langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut.
1. Melakukan Observasi Awal
Peneliti mengamati keadaan awal objek penelitian, dan menganalisis sifat-sifat objek.
2. Merumuskan Masalah
Peneliti menemukan dan menentukan permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian.
3. Merumuskan Hipotesis (Dugaan Sementara)
Peneliti membuat rumusan awal (prediksi) terhadap hasil dari permasalahan yang diangkat.
4. Melakukan Eksperimen
Peneliti melakukan percobaan untuk membuktikan hiptesis, dengan mengendalikan variabel-variabel penelitian.
5. Melakukan Analisis Hasil
Analisis hasil dikembangkan dari rumusan hipotesis yang telah dibuat, untuk mengetahui apakah hipotesis yang dibuat dapat menjelaskan fenomena permasalahan yang terjadi atau tidak.
6. Menarik Simpulan
Setelah hasil dianalisis dan dihubungkan dengan hipotesis, peneliti dapat menarik simpulan yang menjelaskan hubungan-hubungan tersebut dengan singkat dan jelas.
Demikian pengertian metode ilmiah, fungsi, kriteria, dan langkah-langkahnya. Semoga bermanfaat.
Tinggalkan Komentar